Tampilkan postingan dengan label 14. Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 14. Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Mei 2012

GRAND OPENING KAMPOENG SEMARANG

SEMARANG, suaramerdeka.com - Berawal dari keinginannya untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya untuk memperoleh berbagai oleh-oleh dan soevenir khas Kota Semarang, membuat Wenny Sulistiyowati seorang enterpreneur muda membuka Kampoeng Semarang.

Kampoeng Semarang ini terletak di Jalan Kaligawe nomor 96 Semarang dengan konsep one stop leisure di Kawasan timur Kota Semarang. Bangunan ini didesain dengan arsitektur natural yang dibuat layaknya galeri.
Rencananya Grand Opening Kampoeng Semarang dilakukan Kamis (10/5) besok dan akan diresmikan oleh Gubernur Jateng. Bangunan itu menempati areal 4.000 meter persegi dan lokasinya mudah dijangkau dengan moda transportasi apapun. Lokasi ini hanya 3 kilometer dari Bandara Ahmad Yani Semarang dan 2 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Emas.

Owner Kampoeng Semarang Wenny Sulistiyowati mengatakan sebagai salah-satu stakeholder kepariwisataan dia berkeinginan terlibat dalam pengembangan kepariwisataan di Kota Semarang khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya. Diharapkan pula dengan kehadiran Kampoeng Semarang dapat menjadi salah-satu tujuan wisata kreatif di Kota Semarang.

Wenny sapaan akrabnya menambahkan secara khusus dapat menunjang keberhasilan "Ayo Wisata ke Semarang" dan program Visit Jawa Tengah 2013".

Wenny yang juga perajin tas anyaman merek WeBe ini dalam menjalankan usahanya dia menggandeng beberapa perajin batik, dan sejumlah UKM yang menjual soevenir khas Semarang.

"Untuk fasilitas Kampoeng Semarang antara lain yakni Webe Fashion Bags, Gallery Batik yakni menggunakan merek Asem Arang, Pusat Soevenir, Pusat Oleh-oleh yang menggunakan merek godhong asem menyediakan panganan khas Semarang mulai dari bandeng, lunpia, kue moci, wingko, gethuk, Resto and Cafe menyediakan makanan tradisional seperti botok, Gallery Kids berupa tas untuk anak-anak, Homeware dengan branding Omah Asem pernak-pernik rumah, dan Meeting Rooom," katanya, Rabu (9/5)

Rabu, 14 Oktober 2009

FILOSOFI RUMAH JAWA (JOGLO)

Arsitektur tradisional Jawa terutama di wilayah Jawa Tengah lebih banyak dikenal dengan bangunan Joglo. Joglo merupakan kerangka bangunan utama dari rumah tradisional Jawa yang terdiri dari soko guru berupa empat tiang utama penyangga struktur bangunan serta tumpang sari yang berupa susunan balok yang disangga soko guru.

Rumah Joglo pada umumnya hanya dimiliki oleh orang-orang yang berkemampuan materi lebih. Hal ini disebabkan dalam membangun rumah Joglo dibutuhkan material yang banyak dan cukup mahal karena sebagian besar material berasal dari kayu jati serta membutuhkan perawatan tersendiri. Sedangkan dari segi sosial masyarakat, bentuk Joglo dianggap hanya boleh dimiliki orang-orang terpandang terutama dari kalangan bangsawan. Selain itu, pada bangunan Joglo terkandung filosofi yang sesuai dengan kehidupan masyarakat Jawa.

Susunan ruangan pada Joglo umumnya dibagi menjadi tiga bagian yaitu ruangan pertemuan yang disebut pendhapa, ruang tengah atau ruang yang dipakai untuk mengadakan pertunjukan wayang kulit disebut pringgitan, dan ruang belakang yang disebut dalem atau omah jero sebagai ruang keluarga. Dalam ruang ini terdapat tiga buah senthong (kamar) yaitu senthong kiri, senthong tengah dan senthong kanan.

PENDHOPO
sebagai ruang terbuka berfungsi untuk menerima tamu. Struktur bangunan pada pendhopo menggunakan umpak sebagai alas soko, 4 buah soko guru ( tiang utama) sebagai symbol 4 arah mata angin. dan 12 soko pengarak, serta Tumpang sari merupakan susunan balik yang disangga oleh soko guru. Umumnya tumpang sari terdapat pada pendopo bangunan yang disusun bertingkat. Tingkatan-tingkatan ini dapat pula diartikan sebagai tingkatan untuk menuju pada suatu titik puncak, yang terdiri dari serengat, tarekat, hakekat, dan makrifat. Menurut kepercayaan jawa, tingkatan-tingkatan ini akan menyatu pada satu titik.

NDALEM
ini adalah pusat susunan ruang-ruang di sekitarnya. Fungsi utamanya adalah sebagai ruang keluarga. Sifat ruangan ini pribadi, suasana yang ada di dalamnya tenang dan berwibawa. Pada pola tata ruang ndalem terdapat perbedaan ketinggian lantai sehingga membagi ruang menjadi 2 area. Pada lantai yang lebih rendah di gunakan sebagai sirkulasi sedangkan pada bagian yang lebih rendah digunakan sebagai ruang keluarga dan senthong.

ANDA PENGUNJUNG KE :