Jumat, 31 Agustus 2012

Rumah Tradisional Manggarai Raih Penghargaan UNESCO!

BANGKOK, KOMPAS.com - Indonesia masih bisa terus berbangga dengan aset budaya tradisionalnya. Pasalnya, Mbaru Niang, rumah tradisional berbentuk kerucut milik suku Manggarai, Senin (27/8/2012) lalu, mendapatkan Award of Excellence dari UNESCO.

Penghargaan internasional untuk rumah tradisional yang berada di desa Wae Rebo, Flores, itu diumumkan di Bangkok dalam acara UNESCO Asia-Pasific Awards 2012. Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas usaha yang dilakukan oleh siapapun, baik pribadi maupun organisasi swasta, karena telah berhasil memperbaiki dan melakukan konservasi pada struktur bangunan yang memiliki nilai turun temurun dalam sebuah wilayah.

Para juri panel yang terdiri dari berbagai pakar konservasi internasional terpukau dengan submisi tahun ini. Tim Curtis, Ketua Juri dan Chief of Cultur Unit, UNESCO Bangkok, mengatakan, perbedaan tipe proyek yang masuk begitu menarik dan menyemangati, mulai masalah konservasi, jalanan urban, properti milik militer, sampai situs arkeologi.

"Award of Excellence telah diberikan kepada Mbaru Niang, yang melambangkan sebuah jenis baru konservasi arsitektur. Warisan dan bentuk pengetahuan tradisional menjadi dasar metode konservasi," kata Curtis.

Proyek pembangunan kembali Mbaru Niang diinisiasi oleh sukarelawan dari Yayasan Rumah Asuh. Para juri menilai, upaya para sukarelawan tersebut sungguh luar biasa, mulai dari kesuksesan mereka terlibat dalam berbagai masalah konservasi di tingkat lokal, dengan mempelajari pengetahuan tradisional setempat, melanjutkan bentur arsitektur, serta praktik konstruksi. Proyek tersebut telah membangun kembali lingkungan setempat yang berkelanjutan dan telah mempromosikan kebanggaan dan semangat komunitas ini.

Selain Mbaru Niang, penghargaan juga diberikan kepada berbagai bangunan lain di dunia. Awards of Distinction diberikan kepada Bangunan Sethna di Mumbai, India dan Sistem Pengairan di Hampi, India. Awards of Merit diberikan kepada Zhizhusi Complex di Beijing, dan Mesjid Khilingrong di Shigar, Pakistan. Dua Honourable Mentions juga diumumkan, termasuk di dalamnya Willian Street Precinct di Perth, Australia, dan Benteng Jaisalmer di Rajasthan, India.

Adapun proyek yang layak mendapatkan nominasi harus berumur lebih dari 50 tahun dan proses restorasinya harus sudah dilakukan selama 10 tahun belakangan. Bangunan juga harus dapat digunakan setidaknya setahun dari pengumuman penghargaan.

UNESCO Asia-Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation 2012 ini didukung oleh Macau Foundation. Baik UNESCO dan Macau Foundation, keduanya sama-sama melestarikan dan mengembangkan pentingnya warisan budaya milik masyarakat dunia.
(Sumber: http://www.unescobkk.org)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Komentar Anda Tidak Menyinggung SARA

ANDA PENGUNJUNG KE :