Loading...

Kamis, 31 Januari 2013

Memadukan Unsur Tradisional Dalam Rumah Modern


Arsitektur tradisional merupakan bentukan arsitektur yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Mempelajari bangunan tradisional berarti mempelajari tradisi masyarakat yang lebih dari sekadar tradisi membangun secara fisik. Selain pertimbangan tradisi, masyarakat terdahulu juga mempertimbangkan kondisi alam. Sebagai daerah yang tumbuh dari masyarakat tradisional, arsitektur Kalimantan Barat memiliki berbagai macam kreasi bentuk rumah tinggal. Di antaranya konsep rumah Melayu dan konsep rumah Dayak. Bentukan-bentukan tersebut tercipta didasarkan oleh pengalaman nenek moyang yang sudah sangat terlatih membaca kontekstualitas alam. Sehingga penerapannya sangat green dan sesuai dengan iklim daerah tropis.

Saat ini modernisasi arsitektur dunia bergerak ke arah bangunan-bangunan dengan konsep green architecture yang secara tidak langsung bagi masyarakat Indonesia berarti kembali mengangkat “arsitektur-arsitektur rakyat” yang selama ini terlupakan. Karakter rumah tinggal Melayu dan Dayak yang memiliki ciri khas kebudayaan Kalimantan Barat setidaknya dapat dipertahankan bentuknya.

Konsep-konsep tradisional tersebut tidak kalah menariknya dengan konsep modern saat ini. Bahkan kombinasi keduanya akan melahirkan trend baru yang lebih unik namun tetap kontekstual dengan lingkungan. Misalnya penggunaan konsep rumah panggung, ruang lantai bawah dapat digunakan sebagai ruang-ruang pendukung seperti garasi atau ruang tamu maupun dapur bersih. Dan lantai atas digunakan sebagai ruang tidur.

Selain mengadopsi bentuk rumah panggung, kita juga dapat menggunakan unsur pendukung lain misalnya penggunaan jendela atau pintu tradisional Melayu. Keuntungan penggunaan sistem jendela tersebut yakni menyalurkan aliran udara lebih maksimal sehingga sistem penghawaan alami di dalam rumah lebih baik.

Penggunaan konsep tradisional di dalam rumah modern juga dapat digunakan pada prinsip rumah tradisional Dayak yang menutup semua jendela dan pintu kemudian dibuka kembali di saat pagi hari. Rumah modern pada contoh di bawah ini menggunakan prinsip tersebut. Sistem sliding door (pintu geser) digunakan ada fasad lantai atas sehingga tampilannya lebih cantik dan unik.

Rumah tradisional layak dipertahankan karena merupakan warisan budaya maupun tradisi masyarakat. Namun apabila perkembangan arsitektur mendorong terbentuknya bentuk baru yang lebih diinginkan, memadukan unsur tradisional dengan unsur modern juga dapat dilakukan. Penggunaan unsur tradisional memiliki nilai kontekstualitas lingkungan yaitu kondisi alam maupun nilai tradisi masyarakat yang terkandung di dalamnya. Siapa lagi kalau bukan kita yang mempertahankan karakter budaya daerah kita sendiri.

by. Indah Kartika Sari, ST

Sumber : equator-news

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Komentar Anda Tidak Menyinggung SARA

ANDA PENGUNJUNG KE :